Kamis, 25 Juli 2019

Pentol Gapit dan Saus Ingus Variasi Jajanan khas Desa Nyapar


    Pentol atau dalam bahasa daerah lain disebut cilok siaap yang tak kenal. Jajanan yang peminatnya dari berbagai usia, yang murah dan yang hampir ditemui di seluruh daerah Indonesia. Seingat saya ini adalah jajanan yang menemani dikala istirahat semenjak SD dulu. Namun apakah kalian pernah dengar "pentol gapit" ? pertama kami temui kami juga merasa bingung sekaligud penasaran karena sedari kecil bentuk pentol ya jika bukan pentol bulat ya pentol tahu. Namun tidak ketika kalian menginjakkan kaki di desa Nyapar Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Disini ada variasi pentol yang lain dari pada yang lain. Tipis, renyah dan enak itulah kesan pertama kami saat mencobanya. Setelah kami mencobanya dan melihat proses pembuatannya  barulah kamu tahu kenapa jajanan ini disebut pentol gapit. Tidaklah banyak berbeda dengan pentol pada umumnya. Yang membedakan ialah pentol ini digapit menggunakan alat penjapit kue sebelum dihidangkan. Hal tersebut menjadika n pentol tadi berbentuk pipih menyetupai opak. Selain enak dan renyah karena bentuknya yang pipih pentol ini juga berbeda karena bumbunya yaitu "saus ingus". Saus ingud tentu bukanlah terbuat dari ingus disebut saus ingus karena saus tersebut terbuat dari tepung kanji yang dicampur dengan berbagai bumbu dan cabai. Gimana udah ngiler? atau berminat untuk
mencoba pentol gapit dan saus ingus . Silahkan datang ke desa Nyapar, jajanan ini dapat ditemui di sekolah ataupun dipinggir jalan sepanjang desa Nyapar.
Share:

Kamis, 18 Juli 2019

Sosialisasi Pemanfaatan "Kotoran Sapi" Menjadi Pupuk Kandang dan Energi Alternatif Biogas



     Tidak banyak yang mengetahui begitu berpontesinya kotoran sapi sebagai energi alternatif. Hal tersebut dikarenakan selama ini kotoran sapi hanyalah dimanfaatkan sebagai pupuk kandang oleh masyarakat. Pupuk yang terbuat dari kotoran sapi memang tergolong sebagai pupuk kandang yang terbaik untuk tanaman terutama dimasa-masa pertumbuhan. Di desa Nyapar sendiri kotoran sapi dimanfaatkam untuk dijadikan pupuk tumbuhan tembakau dan jagung. Prosesnya  sendiri cukup mudah kotoran segar ditumpuk sampai membentuk gundukan lalu dibakar. 
     Namanya saja kotoran tentu ketika dibakar, asap dari pembakaran menimbulkan bau yang tidak sedap dan snagat mengganggu. Melihat hal ini kelompok KKN 82 UTM mengadakan sosialisasi tentang potensi lain dari kotoran sapi selain digunakan sebagai pupuk yaitu menjadikannya sebagai energi alternatif biogas. Dengan dibantu oleh perangkat desa dan dihadiri oleh kelompok tani desa Nyapar. Kelompok KKN 82 mengadakan sosialisasi yqng bertempat di balai desa Nyapar. Di dalam sosialisasi kami juga menerangkan ampas dari pembuatan biogas nanti dapat dimanfaatka sebagai pupuk kandang. Dengan begitu kami berharap warga bisa meninggalkan kebiasaan lama untuk menumpuk kotoran  dan membakarnya. Karena selain bisa menjadi energi alternatif ampas kotoran tadi tetap bisa dijadikan sebagai pupuk kandang. 
Share:

Rabu, 10 Juli 2019

NUKONG (Nugget Singkong) makanan ringan rendah kolesterol

   
         Singkong merupakan salah satu makanan pokok rakyat Indonesia. Singkong sering kali juga dijadikan pengganjal perut pengganti nasi karena kadar karbohidratnya yang tinggi. Dengan rasanya yang khas, singkong menjadi pilihan masyarakat Indonesia dikala bersantai dengan keluarga. Banyak sekali ragam cara mengolah singkong dari diolah biasa dengan digoreng dan di rebus sampai diolah menjadi keripik. Di Desa Nyapar sendiri singkong diolah menjadi keripik dan bola klepon dan dijual dalam kemasan sedang. Tentu tidak hanya di Nyapar, keripik singkong bisa ditemui di banyak daerah. Maka itu perlu diadakan inovasi pengolahan untuk membuat singkong menjadi lebih menarik.
          Berangkat dari itu, kelompok KKN 82 Universitas Trunojoyo Madura di bantu dengan warga desa membuat inovasi pengolahan singkong yang bersama NUKONG atau Nugget Singkong. Bila biasanya nugget terbuat dari bahan dasar daging ayam atau daging ikan tidak dengan NUKONG yang berbahan dasar singkong. Adapun selengkapnya mengenai NUKONG bisa disimak seperti berikut :


  1.  Alat dan Bahan        
  • Peralatan dapur (pisau, sendok, wajan dll)
  • Singkong (yang telah direbus dan dihaluskan) 2 kg 
  • Ayam (yang telah dihaluskan) 1 kg
  • Telur 2 biji 
  • Tepung roti 100 gram
  • Tepung tapioka 1 kg
  • Tepung terigu 1/2 kg 
  • Bawang putih, bawang merah yang telah dihaluskan secukupnya
  • garam dan penyedap rasa
     2. Cara pembuatan
  • Campurkan semua bahan dalam 1 adonan lalu aduk
  • Taruh adonan dalam wadah dan kukus selama 30 menit
  • Setelah 30 menit angkat adonan dan dinginkan 
  • Setelah dingin, iris adonan menjadi kotak-kotak kecil atau sesuai selera 
  • Lumuri adonan yang telah diiris dengan adonan telur lalu lapisi dengan tepung roti 
  • Setelah semuanya terlapisi tepung roti goreng adonan di minyak panas. 
  • Tunggu warnanya sampai mencoklat lalu tiriskan 
  • Hidangkan di piring dan nugget siap dihidangkan.

      Bagaimana ? mudah bukan cara membuatnya selain sehat nugget singkong juga bisa menjadi variasi cemilan yang enak dan murah.
untuk full proses pembuatan beserta bahan bisa di lihat di channel youtube kami atau klik disini 
Share:

Selasa, 09 Juli 2019

Lomba "KELERENG" berhadiah jutaan

       


            Kelereng, siapa yang tak kenal dengan benda satu ini terutama untuk kaum pria. Setiap pulang sekolah ataupun di waktu senggang benda ini menjadi satu permainan wajib yang tak boleh dilewatkan. Dahulu kelereng juga menjadi barang wajib yang harus dimiliki setiap anak lelaki. Namun di jaman yang modern ini kita jarang sekali melihat permainan yang mengisi waktu kecil dulu ini. Di tengah perkembangan gadget seakan permainan ini telah punah. Eiittss namun tidak ketika anda berkunjung ke Dasuk, Dusun Nyapar Desa Nyapar. Di sana kita bisa bernostalgia sekaligus berlomba dengan permainan sewaktu kecil ini. Namun ada sedikit perbedaan di pola permainannya dengan yang kita mainkan dahulu. Jika kita dulu hanya memainkannya dengan menaruh seluruh kelereng pemain di dalam kotak dan mengeluarkannya. Di Nyapar permainan kelereng dikemas secara berbeda. Di Nyapar kelereng tak lagi dimainkan secara biasa namun diperlombakan, cara memperlombakannya pun cukup unik kelereng di letakkan di lintasan setinggi -+ 5 meter lalu di gelindingkan kebawah melewati lintasan yang terdapat banyak paku sebagai rintangan dan jalan yang berkelok. Siapa yang sampai terlebih dahulu di finish dialah pemenangnya. 
            Sama seperti perlombaan lainnya yang menang akan diperlombakan kembali hingga didapat juara pertama dan mendapatkan hadiah bervariasi yang bisa mencapai 3 juta rupiah. Waaww nominal yang fantastis bukan untuk benda semasa kecil kita ini. untuk info lengkap mengenai lomba kelereng anda bisa membacanya di bawah ini :

Hari : Flexibel tergantung panitia bisa Sabtu atau Minggu
Waktu : 14.00 - 16.30 WIB
Tempat : Dusun Nyapar Desa Nyapar Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep
Biaya Pendaftaran : Rp. 3.000 - Rp. 10.000
Hadiah Utama : Uang mencapai Rp.3.000.000 
             

             So, ayo tunggu apalagi mari bernostalgia dan menikmati keseruhan lomba kelereng (permainan semasa kecil kita)
Share:

Senin, 13 Agustus 2018

Zuper Kletong


Logo Kemasan :

Tutorial Pembuatan :

Share:


Logo Kemasan :
Tutorial Pembuatan :

https://youtu.be/EBhHRt74zto




Share:

Jumat, 10 Agustus 2018

Zuper Kletong


Mengolah kotoran sapi yang terlantar


 Sebagian besar masyarakat Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep memanfaatkan kotoran sapi yang dibakar menjadi pupuk secara sederhana. Kotoran sapi yang biasanya dibakar dijadikan pupuk dengan menaburkannya langsung ke lahan sawah yang akan ditanami padi. 

Proses pembuatan pupuk sederhana yang biasanya dilakukan warga Desa Nyapar dengan membakarnya terlebih dahulu lalu menaburkannya ketika akan menanam padi, merupakan cara yang sangat sederhana namun tidak efisien. 

Banyaknya warga yang memiliki sapi untuk diternak menjadikan banyak sisa kotoran dari sapi yang terlantar serta pemanfaatan kotoran sapi yang kurang efisien. Teman-teman dari KKN 110 Universitas Trunojoyo Madura memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi warga Desa Nyapar, khususnya Kelompok Tani untuk mengolah kotoran sapi dengan lebih baik lagi serta bisa menjadi peluang usaha baru untuk membantu meningkatkan perekonomian dan potensi desa.

Pelatihan yang dilangsungkan di rumah kepala Desa Nyapar ini diikuti oleh warga dan sebagian besar dari kelompok tani dari tiga dusun Desa Nyapar, yaitu Dusun Nyapar, Dusun Balowar, dan Dusun Balang. Rabu pagi (01/8/2018).

Pemanfaatan kotoran sapi yang sebelumya sudah dilakukan oleh warga Desa Nyapar, dalam pembuatan pupuk cara yang mereka lakukan kurang baik karena hanya menghasilkan pupuk yang kandungannya rendah bahkan berkurang bila diaplikasikan ke tanaman.

Kotoran sapi yang menjadi bahan utama tidak sulit di dapatkan mengingat banyaknya warga yang hampir semuanya memiliki sapi untuk diternak. Bahkan banyak sekali kotoran sapi yang terlantar di pinggir-pinggir sawah warga.

Pelatihan pengolahan kotoran sapi ini hanya memerlukan beberapa bahan yaitu, gula merah yang dicairkan, sekam padi, serbuk gergaji dan EM4 (bahan kimia). Dimana semua bahan tersebut mudah didapatkan dan murah harganya.

“Sangat senang dan terimakasih banyak pada mahasiswa KKN 110 UTM, sehingga masyarakat desa kami lebih kaya pengetahuannya dalam mengolah kotoran sapi, semoga pengetahuan ini bisa bermanfaat dengan baik bagi masyarakat,” terang Ibu Sumiyatun yang merupakan Ibu Kepala Desa Desa Nyapar.


Heri Prasetiyo, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan, selain untuk menambah wawasan, dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat bisa memiliki pengalaman yang nantinya dapat berguna bagi mereka untuk menjadi lebih baik melihat antusias dari warga yang sangat besar saat acara berlangsung.

Selain berbagi ilmu dan pengetahuan dengan kotoran sapi, kelompok KKN 110 UTM juga memberikan pengetahuan dalam pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. Selain itu juga menjelaskan beberapa cara mudah untuk memasarkannya. Nantinya agar produk yang dibuat dapat membantu mengembangkan potensi serta perekonomian warga menjadi lebih baik.

Share:

WELCOME TO BLOG KKN 110


Pentol Gapit dan Saus Ingus Variasi Jajanan khas Desa Nyapar

    Pentol atau dalam bahasa daerah lain disebut cilok siaap yang tak kenal. Jajanan yang peminatnya dari berbagai usia, yang murah dan...

Formulir Kontak

Total Pageviews

ARCHIVES

Follow by Email