Senin, 13 Agustus 2018

Zuper Kletong


Logo Kemasan :

Tutorial Pembuatan :

Share:


Logo Kemasan :
Tutorial Pembuatan :

https://youtu.be/EBhHRt74zto




Share:

Jumat, 10 Agustus 2018

Zuper Kletong


Mengolah kotoran sapi yang terlantar


 Sebagian besar masyarakat Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep memanfaatkan kotoran sapi yang dibakar menjadi pupuk secara sederhana. Kotoran sapi yang biasanya dibakar dijadikan pupuk dengan menaburkannya langsung ke lahan sawah yang akan ditanami padi. 

Proses pembuatan pupuk sederhana yang biasanya dilakukan warga Desa Nyapar dengan membakarnya terlebih dahulu lalu menaburkannya ketika akan menanam padi, merupakan cara yang sangat sederhana namun tidak efisien. 

Banyaknya warga yang memiliki sapi untuk diternak menjadikan banyak sisa kotoran dari sapi yang terlantar serta pemanfaatan kotoran sapi yang kurang efisien. Teman-teman dari KKN 110 Universitas Trunojoyo Madura memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi warga Desa Nyapar, khususnya Kelompok Tani untuk mengolah kotoran sapi dengan lebih baik lagi serta bisa menjadi peluang usaha baru untuk membantu meningkatkan perekonomian dan potensi desa.

Pelatihan yang dilangsungkan di rumah kepala Desa Nyapar ini diikuti oleh warga dan sebagian besar dari kelompok tani dari tiga dusun Desa Nyapar, yaitu Dusun Nyapar, Dusun Balowar, dan Dusun Balang. Rabu pagi (01/8/2018).

Pemanfaatan kotoran sapi yang sebelumya sudah dilakukan oleh warga Desa Nyapar, dalam pembuatan pupuk cara yang mereka lakukan kurang baik karena hanya menghasilkan pupuk yang kandungannya rendah bahkan berkurang bila diaplikasikan ke tanaman.

Kotoran sapi yang menjadi bahan utama tidak sulit di dapatkan mengingat banyaknya warga yang hampir semuanya memiliki sapi untuk diternak. Bahkan banyak sekali kotoran sapi yang terlantar di pinggir-pinggir sawah warga.

Pelatihan pengolahan kotoran sapi ini hanya memerlukan beberapa bahan yaitu, gula merah yang dicairkan, sekam padi, serbuk gergaji dan EM4 (bahan kimia). Dimana semua bahan tersebut mudah didapatkan dan murah harganya.

“Sangat senang dan terimakasih banyak pada mahasiswa KKN 110 UTM, sehingga masyarakat desa kami lebih kaya pengetahuannya dalam mengolah kotoran sapi, semoga pengetahuan ini bisa bermanfaat dengan baik bagi masyarakat,” terang Ibu Sumiyatun yang merupakan Ibu Kepala Desa Desa Nyapar.


Heri Prasetiyo, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan, selain untuk menambah wawasan, dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat bisa memiliki pengalaman yang nantinya dapat berguna bagi mereka untuk menjadi lebih baik melihat antusias dari warga yang sangat besar saat acara berlangsung.

Selain berbagi ilmu dan pengetahuan dengan kotoran sapi, kelompok KKN 110 UTM juga memberikan pengetahuan dalam pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. Selain itu juga menjelaskan beberapa cara mudah untuk memasarkannya. Nantinya agar produk yang dibuat dapat membantu mengembangkan potensi serta perekonomian warga menjadi lebih baik.

Share:

Minggu, 29 Juli 2018

Sumber Daya Manusia Di Desa Nyapar



Dengan sumber daya alam yang melimpah tentunya juga harus didukung dengan kualitas SDM yang bagus. Pengembangan SDM didesa Nyapar merupakan suatu prioritas dan merupakan kewajiban pemerintah desa. Namun dalam pengembangan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi warga desa. Kekayaan sumber daya alam dapat didukung dengan:
1.      Infrastruktur contohnya masjid untuk tempat peribadatan warga.
2.      Kecanggihan dan kemajuan teknologi seperti telepon seluler untuk sarana informasi dan komunikasi antar warga, yang dibutuhkan untuk pengembangan masyarakat tidak akan bisa maksimal apabila tidak didukung oleh kemampuan SDM
Elemen kesehatan menjadi instrument paling penting yang harus dikembangan untuk terwujudnya SDM yang memadai contohnya posyandu dan polindes.



Budaya
Berbicara mengenai masalah kebudayaan di Indonesia sangat banyak dan berbagai macam ragam dari sabang sampai merauke, dari sekian banyak budaya salah satu budaya yang ada adalah kebudayaan Madura. Budaya Madura memiliki banyak kesenian, diantaranya adalah musik saronen, karapan sapi, karapan kelinci, upacara sandhur pantel, tarian sholawat badar atau rampak jidor, tarian topeng gethak dan tarian rondhing.
Saat ini peradaban manusia telah maju. Hal tersebut telah terbukti dari budaya-budaya modern yang telah muncul dan mengisi dimensi kehidupan manusia mulai dari kemajuan teknologi industri dan informasi. Berbagai perubahan yang terjadi juga menyangkut tatanan di dalam kehidupan ekonomi sosial, politik, kebahasaan dan kebudayaan. 
Desa Nyapar merupakan salah satu desa yang ada  di wilayah Sumenep. Desa Nyapar memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah dan beragam, begitu juga dengan kebudayaannya. Tetapi hal tersebut harus disayangkan karena kurangnya penggalian, penyemaian dan pelestarian budaya yang ada. Sehingga budaya Hadrah dan karapan kelinci yang terdapat di desa ini terpaksa mulai terabaikan. Sebaiknya ditengah kemajuan zaman seperti ini, tentunya tidak boleh melupakan akar budaya yang ada karena budaya-budaya itu mengandung nilai-nilai yang sangat luhur yang perlu tetap dilestarikan.
Share:

WELCOME TO BLOG KKN 110


Zuper Kletong

Logo Kemasan : Tutorial Pembuatan :

Formulir Kontak

Total Pageviews

ARCHIVES

Follow by Email