Rabu, 18 Juli 2018

Program Pengolahan Brownies Singkong





Maksimalkan Olahan Singkong, KKN 110 UTM Latih Warga Desa Nyapar Kabupaten Sumenep Pembuatan Brownis Singkong

Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep merupakan salah satu desa sentra produksi singkong, namun selama ini singkong dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat hanya berbentuk olahan keripik.

Melihat potensi itu, mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Universitas Trunojoyo Madura (KKN UTM) kelompok 110 menggelar pelatihan pembuatan  brownis singkong, Rabu sore (25/7/2018).

Pelatihan yang dilangsungkan di rumah kepala Desa Nyapar ini diikuti oleh 25 ibu-ibu rumah tangga dari tiga dusun Desa Nyapar, yaitu Dusun Nyapar, Dusun Balowar, dan Dusun Balang, masing-masing dusun kurang lebih diwakili oleh 5-7 orang.

Zaqiyatul Muna, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan, selain untuk menambah nilai jual singkong, dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat bisa memiliki keterampilan lain selain memanfaatkan singkong menjadi kripik.

“Kami ingin berbagi pengetahuan yang kami dapat di kampus dengan masyarakat, selain itu karena memang potensi singkong di desa ini melimpah, sehingga sayang kalau hanya dimanfaatkan menjadi kripik saja,” terang mahasiswi UTM Jurusan Ekonomi Pembangunan tersebut.

Ditambahkan, pemilihan panganan jenis brownis karena jenis makanan ini tergolong mudah dalam pembuatan, juga terkesan mewah.

“Selain karena mudah dalam pembuatannya, juga karena terlihat mewah, padahal dalam pembuatannya biasaya yang dibutuhkan tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Pelatihan ini digelar sejak pukul 14.00 WIB, baru selesai hingga sore. Meskipun berlangsung lama, para peserta yang kesemuanya adalah ibu-ibu rumah tangga sangat antusias mengikuti pelatihan.

Seperti yang dirasakan oleh Ibu Subaida (34), ia mengaku sangat senang dengan pelatihan dari KKN UTM kelompok 110, karena pengetahuannya untuk memanfaatkan singkong lebih banyak.

Saya senang sekali ikut pelatihan ini, baru tau juga kalau singkong ternyata bisa dibuat brownies, rasanya juga ternyata enak. Nanti saya coba praktekkan di rumah,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Sufiana (37), dirinya juga baru manfaat lain dari singkong selain kripik.

 Sangat bermanfaat untuk tambahan pengetahuan saya dan ibu-ibu di desa ini, jadi singkong yang ada di sini tidak hanya dibuat kripik saja,” ungkap Ibu Sufiana.

Sementara itu, pemerintah Desa Nyapar sangat menyambut baik dengan apa yang sudah dilakukan oleh KKN UTM kelompok 110, utamanya warga Desa Nyapar bisa menambah pengetahuan baru tentang pengolahan singkong.

“Sangat senang dan terimakasih banyak pada mahasiswa KKN UTM, sehingga masyarakat desa kami lebih kaya pengetahuannya dalam mengolah singkong, semoga pengetahuan ini bisa bermanfaat dengan baik bagi masyarakat,” terang Ibu Sumiyatun yang merupakan Ibu Kepala Desa Desa Nyapar.
Share:
Lokasi: Nyapar, Dasuk, Sumenep Regency, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

WELCOME TO BLOG KKN 110


Zuper Kletong

Logo Kemasan : Tutorial Pembuatan :

Formulir Kontak

Total Pageviews

ARCHIVES

Follow by Email