Jumat, 10 Agustus 2018

Zuper Kletong


Mengolah kotoran sapi yang terlantar


 Sebagian besar masyarakat Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep memanfaatkan kotoran sapi yang dibakar menjadi pupuk secara sederhana. Kotoran sapi yang biasanya dibakar dijadikan pupuk dengan menaburkannya langsung ke lahan sawah yang akan ditanami padi. 

Proses pembuatan pupuk sederhana yang biasanya dilakukan warga Desa Nyapar dengan membakarnya terlebih dahulu lalu menaburkannya ketika akan menanam padi, merupakan cara yang sangat sederhana namun tidak efisien. 

Banyaknya warga yang memiliki sapi untuk diternak menjadikan banyak sisa kotoran dari sapi yang terlantar serta pemanfaatan kotoran sapi yang kurang efisien. Teman-teman dari KKN 110 Universitas Trunojoyo Madura memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi warga Desa Nyapar, khususnya Kelompok Tani untuk mengolah kotoran sapi dengan lebih baik lagi serta bisa menjadi peluang usaha baru untuk membantu meningkatkan perekonomian dan potensi desa.

Pelatihan yang dilangsungkan di rumah kepala Desa Nyapar ini diikuti oleh warga dan sebagian besar dari kelompok tani dari tiga dusun Desa Nyapar, yaitu Dusun Nyapar, Dusun Balowar, dan Dusun Balang. Rabu pagi (01/8/2018).

Pemanfaatan kotoran sapi yang sebelumya sudah dilakukan oleh warga Desa Nyapar, dalam pembuatan pupuk cara yang mereka lakukan kurang baik karena hanya menghasilkan pupuk yang kandungannya rendah bahkan berkurang bila diaplikasikan ke tanaman.

Kotoran sapi yang menjadi bahan utama tidak sulit di dapatkan mengingat banyaknya warga yang hampir semuanya memiliki sapi untuk diternak. Bahkan banyak sekali kotoran sapi yang terlantar di pinggir-pinggir sawah warga.

Pelatihan pengolahan kotoran sapi ini hanya memerlukan beberapa bahan yaitu, gula merah yang dicairkan, sekam padi, serbuk gergaji dan EM4 (bahan kimia). Dimana semua bahan tersebut mudah didapatkan dan murah harganya.

“Sangat senang dan terimakasih banyak pada mahasiswa KKN 110 UTM, sehingga masyarakat desa kami lebih kaya pengetahuannya dalam mengolah kotoran sapi, semoga pengetahuan ini bisa bermanfaat dengan baik bagi masyarakat,” terang Ibu Sumiyatun yang merupakan Ibu Kepala Desa Desa Nyapar.


Heri Prasetiyo, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan, selain untuk menambah wawasan, dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat bisa memiliki pengalaman yang nantinya dapat berguna bagi mereka untuk menjadi lebih baik melihat antusias dari warga yang sangat besar saat acara berlangsung.

Selain berbagi ilmu dan pengetahuan dengan kotoran sapi, kelompok KKN 110 UTM juga memberikan pengetahuan dalam pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual. Selain itu juga menjelaskan beberapa cara mudah untuk memasarkannya. Nantinya agar produk yang dibuat dapat membantu mengembangkan potensi serta perekonomian warga menjadi lebih baik.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

WELCOME TO BLOG KKN 110


Zuper Kletong

Logo Kemasan : Tutorial Pembuatan :

Formulir Kontak

Total Pageviews

ARCHIVES

Follow by Email